Alat Musik Tradisional Di Aceh
On
17:20
sebagai bagian dari masyarakat Aceh , kita harus mengetahui sejarah
termasuk alat-alat musik yang ada di Aceh yang sudah ada sejak dari
jaman Kerajaan Jeumpa Aceh,Kerajaan Aceh Darussalam hingga jaman
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seperti yang saya kutip dari saudara/i
Yuhuuami. Adapun sampai saat
ini alat musik yang sudah diketahui yang berlaku dalam masyarakat Aceh
dari zaman endatu sampai sekarang ada 10 macam : Arbab
Instrumen
ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya)
dan penggeseknya (stryk stock) dalam bahasa daerah disebut : Go Arab.
Instrumen ini memakai bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan
dawaiMusik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Arbab ini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.
Bangsi Alas
Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan adanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orang kaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.
Serune Kalee (Serunai)
Serune
Kalee merupakan isntrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang
dan dihayati oleh masyarakat Aceh. Musik ini populer di daerah Pidie,
Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan
bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tarian,
penyambutan tamu kehormatan. Bahan dasar Serune Kalee ini berupa kayu,
kuningan dan tembaga. Bentuk menyerupai seruling bambu. Warna dasarnya
hitam yang fungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.Serune Kalee bersama-sama dengan geundrang dan Rapai merupakan suatau perangkatan musik yang dari semenjak jayanya kerajaan Aceh Darussalam sampai sekarang tetap menghiasi/mewarnai kebudayaan tradisional Aceh disektor musik.
Rapai
Rapai terbuat dari bahan dasar berupa kayu dan kulit binatang. Bentuknya seperti rebana dengan warna dasar hitam dan kuning muda. Sejenis instrumen musik pukul (percussi) yang berfungsi pengiring kesenian tradisional.
Rapai ini banyak jenisnya : Rapai Pasee (Rapai gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot dan Rapai Ana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar