Kamis, 14 Februari 2013

  • 1. SEJARAH MUSIK MANCANEGARAJenis-jenis musik mancanegara:1. Musik KlasikAdalah musik yang memiliki estetika atau keindahan yang mencapai tingkat mutu yangmemuaskan dan mengandung nilai seni yang sangat tinggi.Musik klasik lahir dan berkembang pada zaman setelah Barok-Rokoko yang dimulai melaluikarya Johann Stamitz.Ciri-ciri ( karakteristik ) musik klasik :1. Peralihan dinamik dari pelan (decrescendo) menjadi keras (crescendo) dan sebaliknya.2. Peralihan kecepatan dari mempercepat tempo (accelerando) atau menguranginya menjadilambat (ritardando) dan sebaliknya.3. Hiasan ornament dibatasi pemakaiannya.4. Pemakaian harmoni akor tiga yang berlaku.Latar belakang sejarah perkembangan musik klasik :a. Musik Zaman Abad Tengah1. Musik liturgi bersuara satu2. Musik duniawi bersuara satub. Musik Beberapa Suarac. Musik Zaman Renainssance1. Pertumbuhan mus3. walau pada saat istirahat sekalipun, tetapi mereka diperkenankan menyanyi atau berpantun.Oleh karenanya pada waktu istirahat mereka bernyanyi dengan pantun sebagai saranakomunikasi dalam mencurahkan kepedihan hatinya. Mereka bernyanyi silih berganti,sementara yang lainnya mengiringi dengan bertepuk tangan atau memukul-mukul kayu danbenda-benda lainnya.Setahun sekali orang-orang Perancis itu, merayakan hasil panen mereka dengan pesta yangdisebut Mardi Grass, yang dimeriahkan oleh marching band. Sehari-harinya orang-orangPerancis sering memainkan musik tradisional yang mereka bawa dari Eropa yaitu musikklasik pada sore atau malam hari.Pada waktu civil war berlangsung, banyak orang Perancis yang mengungsi dan meninggalkanrumah kediaman mereka beserta isinya. Budak-budak negro itupun menemukan alat-alatmusik yang ditinggalkan tuannya, dan mencoba memainkan instrument tersebut. Para budaknegro tersebut meniru cara tuan mereka memainkan intrumen tersebut apa adanya dan asalbunyi saja.Tanggal 9 April 1865, Kolonel Lee menandatangai perjanjian. Pihak selatan kalah danperbudakan dihapuskan. Selanjutnya pada pesta Mardi Grass, para negro itu menari danbernyanyi-nyanyi sepanjang jalan di New Orleans. Gaya nyanyian mereka kemudian disebutsebagai gaya New Orleans atau Blues.Dengan berakhirnya civil war dan perang Amerika–Spanyol, banyak alat-alat marching bandmilik militer yang diperjual-belikan di toko-toko loak. Para Negro itupun banyak yangmembelinya, mereka memainkan alat-alat tersebut untuk mengiringi gaya menyanyi NewOrleans ataupun instrumental. Itulah peristiwa yang disebut sebagai lahirnya atau asal mulamusik Blues yang juga dikatakan sebagai lahirnya musik Jazz.Blues sendiri berasal dari kata blue artinya sedih. Berdasarkan moment historial inilah makadikatakan bahwa jazz adalah manifestasi tangis kesedihan kaum negro yang mendambakanpembebasan dirinya dari perbudakan.Tokoh-tokoh musik Jazz~Louis AmstrongPenyanyi, trompetis, dan pencipta lagu dengan julukan Scathmo. Dikenal karena teorinyatentang syncopation dan suara seraknya. Salah satu karyanya adalah Hello Dolly.~Paul WhitemanDirigen dan arranger Amerika yang lahir pada akhir abad ke -19. Ia banyak menggarapilustrasi film. Salah satu karya yag penting adalah Rhapsody in blue dari karya Gershwin ik duniawi2. Pertumbuhan musik instrumental tersendiri3. Pertumbuhan musik opera4. Pertumbuhan musik kegerejaan Protestand. Musik Zaman Barok dan Zaman RokokoTokoh-tokohnya :~ Johann Sabastian Bach (1685-1750)~George Friederich Haendel (1685-1759)e. Musik Zaman Klasik~Johnn Stamitz (1717-1757)~Franz Joseph Haydn(1732-1809)~Wolfgang Amadeus Mozart (1765-1791)
  • 2. f. Musik Zaman Romantik~Ludwig Von Beethoven (1770-1827)~Franz Peter Schubert (1797-1823)~Francois Frederic Chopin (1810-1849)g. Musik Peralihan Menuju Zaman Modern~Gustav Mahler (1860-1911)~Peter Ilist Tsaikofski (1840-1893)h. Musik Angkatan Modern~Claude Achille Debussy (1862-1918)~Bela Bartok (1881-1945)2. Musik JazzAdalah jenis musik yang dimainkan atas dasar ritme dan perasaan disertai spontanitas dandari permainan tersebut dihasilkan improvisasi-improvisasi.Improvisasi ialah mencetuskan suatu rangkaian melodi lagu pada vocal atau dalam susunannada harmoni/chord pada istrumen (piano/gitar) yang pada suatu saat ide tersebut muncul diotak tanpa difikirkan atau dipersiapkan terlebih dahulu.Ciri~ciri musik Jazz :~Bass progresif (walking bass)~Ritme mengantung/patah-patah (syncop)~Susunan melodi improvisasi~Penggunaan akor dissonantSejarah lahirnya musik JazzPada dasarnya, musik jazz berakar pada musik blues. Tahun 1861-1865 di Amerika Serikatberkecamuk perang saudara (civil war), antara pihak utara dan pihak selatan. Pihak utaradipimpin oleh Abraham Lincoln menghendaki perbudakan dihapuskan. Pihak selatan yang dipimpin Kolonel Robert E. Lee tentu saja menolak, karena di daerah selatan banyak terdapatkawasan pekebunan yang banyak memperkerjakan budak-budak belian yang terdiri darikaum negro.Demikian juga keadaan di kebun kapas milik orang Perancis yang terdapat di delta sungaiMississipi. Para budak belian yang kerja paksa tersebut dilarang berbicara satu sama lainnya,

Rabu, 13 Februari 2013


Post Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

(Pada tahun 1965 Munif diundang untuk bernyanyi di Yaman. Ia menyanyikan lagu-lagu Melayu dan Arab dengan iringan gitar yang ia mainkan sendiri. Sambutan publik cukuplah. Dan Munif pun diwawancara Televisi Yaman. Ketika pewawancara menanyakan ia orang mana, dengan tegas Munif berkata bahwa ia orang Indonesia. Pewawancara menukas, bukankah anda menggunakan nama famili Bahaswan, mestinya anda orang Hadramaut, Yaman. Munif menandaskan lagi bahwa dirinya adalah orang Indonesia, masalah nama famili Bahaswan itu adalah soal biologi. Alangkah gusarnya sang pewawancara. Sejak wawancara itu Munif diboikot wartawan Yaman).

Peran kaum peranakan Arab cukup signifikan dalam musik Melayu. Juga di Malaysia. Dua penyanyi Melayu yang tersohor di Malaysia, SM Salim dan Syarifah Aini berdarah Arab. Meski perlu dicatat pada sekitar tahun 1956 muncul OM Bukit Siguntang pimpinan anak Pecenongan A. Chalik. Namun haruslah diakui peran serta peranakan Arab dalam bidang ini. Mereka juga penggubah syair-syair yang indah. Lagu-lagu ciptaan Munif, misalnya Cinta Direkayasa, M. Mashabi Rasa Cinta, Hussein Bawafi Budi, Effendi Khayalan Suci, A. Kadir Keagungan Tuhan, adalah syair lagu dengan cita rasa yang tinggi. Menurut Munif, penggubah lagu seperti Hussein Bawafi sangat mendalami karya sastra Amir Hamzah dan Chairil Anwar.

Bina Ria

Sebuah konkurs bernyanyi lagu-lagu Effendi yang diadakan di Singapura pada sekitar tahun 1967-1968 dimenangkan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Oma Irama. Sebenarnya ia penyanyi lagu-lagu Barat populer. Bukan untuk pertama kali ia menghikuti kongkurs. Sebelumnya juga ia mendapat tempat yang berarti dalam kongkurs lagu Barat populer. Kala itu ia menyanyikan lagu I who have nothing.



Sejarah Musik Melayu Indonesia
Oma Irama, kini Raden Haji Oma Irama atau potong letter Rhoma Irama, bukan lagi sebagai orang yang tak punya apa-apa. Ia berharta berkat musik dangdutnya. Musik Dangdut adalah derifat Musik Melayu Moderen. Rhoma Iramalah pelopornya ketika ia muncul dengan gaya musik yang lain dari yang lain membawakan lagu ciptaannya Bina Ria pada sekitar tahun 1969. Rhoma menciptakan aliran. Kalau musik Melayu Moderen mengandalkan accordeon sebagai lead instrument, Rhoma menggunakan electrik gitar. Dalam perkusi ia memasukkan unsur drum yang berperan menjadikan sebuah lagu menjadi beatles, punya warna irama yang jelas. Tamborin dipertahankannya, namun marakas tak lagi menampil. Alur musik melewati jeram-jeram breaks yang banyak. Pada musik Melayu moderen breaks hanya sekali-sekali saja, dan itu pun sedikit saja lagu yang alur musiknya memakai break.

Rhoma Irama menjadi "mazhab", ia adalah sebuah tonggak dalam perjalanan musik Melayu. Aliran ini ramai pengikutnya hingga kini. Tak banyak lagi yang "mengamalkan" musik Melayu moderen pada tahun 1970 kecuali M. Mashabi. Tetapi kelompok musik Mashabi hanya dapat ruang bermain di tempat yang terlalu bersahaja dengan sound system bertenaga accu. Dan Mashabi pun pergi ke haribaanNya dalam usia 40-an, di tahun 1970-an, pada saat musik Melayu modern yang ikut dirintisnya memudar.
M. Thahar mengarang lagu Cinta Hampa. Lagu ini mencuat merobek cakrawala musik Melayu berkat suara yang gurih Hasnah Thahar, isteri M. Thahar. Bawafi muncul di zaman itu dengan lagunya Khayalan dan Penyair, tetapi lagunya yang mencuat adalah Seroja.



Sejarah Musik Melayu Indonesia
Lagu-lagu Melayu yang lahir di zaman ini meski pun mengalami up dating dibanding dengan lagu Melayu klasik yang ditulis oleh penggubah-penggubah N.N. (tak dikenal) seperti lagu Seringgit Dua Kupang yang kini didangdutkan menjadi Ayam Jago Jenggernya Merah, tetapi menurut Munif belum mencapai format lagu yang disebut songform. Struktur sebuah lagu yang disebut songform adalah terdiri atas 32 bar dengan bagian yang diulang (refrein) A1 + A2, klimaks (yang malah disebut refrein), dan kembali kepada A1 atau A2, atau malah muncul A3. A3 adalah syair yang bukan pengulangan dari bait-bait sebelum klimaks.

(Munif yang dikenal sebagai penyanyi yang serba bisa, ia pun mahir menyanyikan lagu jazz, dan untuk kurun waktu yang lama ia bersama Rudy Rusadi dan Dudung menjadi vocal-grup kelompok terkenal Los Morenos. Ketika tamat pendidikan dasar di Al-Irsyad, Batavia, Munif beroleh beasiswa dari Irak yang ketika itu dipimnpin oleh Raja Faisal).

Said Effendi nyaris meninju Iskandar

Penulis mengatakan kepada Munif bahwa ia adalah penyanyi Melayu legendaris, Munif mengelak seraya menyebut nama Effendi. Tentu tidak perlu digelar perdebatan, baiklah didengar argumentasi Munif.

Effendi adalah pelopor lagu Melayu dengan format songform, lagu ciptaannya itu dibawakan dengan suara soprano bercengkok. Dan tidak pula ia menempuh karirnya dengan jalan yang mudah. Kepada Munif, Effendi mengungkap riwayat hidupnya.

S. Effendi dilahirkan dengan nama Said Arrasyidi di Bondowoso sekitar tahun 1930. Pada sekitar tahun 1952 pemuda Said merantau ke Jakarta dan melamar di RRI Stodio Jakarta. Namun lelah menunggu lamaran tak kunjung berjawab. Maka Said mendapat pekerjaan, yang bersifat non seni, di Kalimantan. Pada suatu hari yang menerima surat dari familinya di Jakarta bahwa lamarannya bekerja di RRI diterima. Said meluncur ke Jakarta.

Ia kaget bukan kepalang ketika di latihan di studio RRI dengan iringan Orkes Studio Djakarta (OSD) pimpinan Josd Clebert ia disodorkan partitur. Said tidak mengenal not balok. Ia tahu not angka. Sal Salius, seorang penyanyi lagu seriosa, melihat bakat yang luar biasa yang dimiliki Said menjadi sukarelawan mengajarkan Said not balok. Dan Said dalam waktu cepat menguasainya. Ia mulai bernyanyi dan dikenal. Lalu ia melengkapi namanya menjadi Said Effendi. Nama family Arrasyidi tak dipakainya. Bahkan kemudian hari ia lebih suka memakai nama S. Effendi saja. Nama Effendi adalah sangat lazim digunakan dan amat disukai di kalangan masyarakat Mesir, apalagi setelah di bioskop Alhambra, Sawah Besar, diputar berbulan-bulan film Mesir Bul Bul Effendi.

Sejarah Musik Melayu Indonesia

Effendi mengarang lagu pertama berjudul Bachtera Laju. Dengan bersemangat ia memasuki kamar kerja komponis Iskandar, ayah penyanyi Diah Iskandar yang dijuluki Connie Francis Indonesia. Iskandar sedang bermain piano menerima naskah Effendi tanpa menoleh. Setelah menatap naskah itu beberapa menit kemudian naskah itu diremas dan dilemparkan ke keranjang sampah. Darah menggelegak di kepala Effendi. Ia meninggalkan ruangan Iskandar dan menuju kantin RRI dengan niat meninju Iskandar. Sesaat menunggu pikirannya berubah. Malah ia kembali ke ruang Iskandar yangh telah kosong dan memungut naskahnya yang lecek. Dibelainya naskah itu dan ia memasuki ruang komponis Ismail Marzuki.

"Waduh, ini lagu bagus benar, biar saya yang membuat arrangementnya, dan dua hari lagi kita latihan", kata Ismail Marzuki.

Dengan girang Effendi meninggalkan kamar Ismail Marzuki. Dan ia berpapasan dengan Iskandar yang wajahnya terlihat bingung.

"Ëffendi, mana naskah kamu tadi, aku cari-cari di keranjang sampah kok enggak ada"

"Memangnya kenapa?" Tanya Effendi.

"Lagu itu bagus, aku mau buat arrangementnya"

"Oh terlambat, Ismail yang mau membuat arrangementnya. Tapi, tadi 'kan kamu buang ke keranjang sampah naskah itu!"

"Aku 'kan cuma bercanda"

Bachtera Laju meroket sampai ke negara jiran. Setelah itu Effendi menulis puluhan lagu dengan standard songform. Lagunya bagus-bagus semua, apalagi ia yang menyanyikannya. Pada tahun 1980-an Effendi meninggal dunia. Namun namanya tetap dikenang. Dan anehnya, terutama di Malaysia. Seniman Malaysia acapkali mengadakan acara memperingati Effendi.

"Saya Indonesia"

Munif dan M. Mashabi adalah dua penyanyi tersohor yang nyaris muncul bersamaan di sekitar tahun 1955. Munif pandai mencipta lagu. Hingga saat ini ia telah mencipta sebanyak 75 lagu Melayu dan beberapa lagu Arab.

M. Mashabi, atau Mamat. Mashabi adalah nama famili, namanya sendiri Muhammad. Ia lahir dan dibesarkan di Kebon Kacang, Tanah-abang. Ciptaan Mashabi tidak banyak, mungkin tidak sampai 20 buah. Tetapi banyak ciptaannya yang ia nyanyikan sendiri yang tersohor misalnya Ratapan Anak Tiri yang sempat meledak dan menjadi tema film Ratapan Anak Tiri garapan Sandy Suwardi. (M. Mashabi meninggal bunuh diri di rumahnya di Tanah Abang, Jakarta).

Munif pandai berdendang Melayu, tetapi menyanyikan lagu Arab pun jago. Di samping Ya Mustafa yang mencapai hits, lagu Meester Machmud pun meledak. Lagu ciptaan Munif Ya Gazibni banyak disukai khalayak penggemar musik.

(Pada tahun 1965 Munif diundang untuk bernyanyi di Yaman. Ia menyanyikan lagu-lagu Melayu dan Arab dengan iringan gitar yang ia mainkan sendiri. Sambutan publik cukuplah. Dan Munif pun diwawancara Televisi Yaman. Ketika pewawancara menanyakan ia orang mana, dengan tegas Munif berkata bahwa ia orang Indonesia. Pewawancara menukas, bukankah anda menggunakan nama famili Bahaswan, mestinya anda orang Hadramaut, Yaman. Munif menandaskan lagi bahwa dirinya adalah orang Indonesia, masalah nama famili Bahaswan itu adalah soal biologi. Alangkah gusarnya sang pewawancara. Sejak wawancara itu Munif diboikot wartawan Yaman).

Sejarah Musik Melayu Indonesia

Sejarah Musik Melayu Indonesia
Sejak kapan perhelatan perkawinan dimeriahkan hiburan? Paling sedikit di Batavia sejak menjelang akhir abad ke-18, begitulah laporan seorang pelancong Jawa bernama Sastrodarmo yang berkunjung ke Batavia pada zaman itu. Jenis hiburan pun dilaporkannya antara lain gambus dengan lagu-lagu Arab.

Gambus adalah musik yang dibawa peranakan Arab dari Hadramaut (Yaman). Perantau Arab ini menurut C.C. Berg memang ramai sekali berdatangan ke Hindia Belanda pada abad ke-18 dan menunjukkan eskalasi pada abad ke-19 .

Tentu saja sulit bagi kita untuk melacak grup gambus yang populer pada abad-abad tersebut. Catatan yang dapat dipertanggungjawabkan berasal dari era menjelang dan sesudah PD II. Berikut ini rangkuman percakapan KSK dengan seorang penyanyi lagu Melayu yang terkenal dengan lagunya Ya Mustafa yaitu Munif Bahaswan yang berlangsung di Jakarta.

Market gambus bukan hanya kalangan peranakan Arab, tetapi orang-orang non Arab pun banyak yang menyukai gambus. Mempertimbangkan selera market, menurut Munif, orkes gambus sering membawakan extra lagu Melayu, atau extra Melayu. Market di kalangan non Arab makin meluas, akhirnya pada tahun 1950 awak grup-grup gambus yang ada seperti Al Wardah, yang pada awalnya dipimpin Umar Hamada kemudian Muchtar Lutfi, mendirikan Orkes Melayu Moderen Sinar Medan di bawah pimpinan Umar Fauzi Aseran. Disebut orkes Melayu moderen karena menggunakan alat tiup (brass) seperti klarinet, saxophone, dan trompet. Kemudian hari disebut Orkes Melayu saja, yang sering disingkat OM.

Trend ini diikuti oleh awak gambus Al-Wathon pimpinan Hassan Alaydrus yang mendirikan OM Kenangan pimpinan Hussein Aidit. Sementara itu awak orkes gambus Surabaya Al Afan pimpinan A. Kadir, menurut Munif, mendirikan OM Sinar Kemala pimpinan A. Kadir juga. Menurut Munif, mantan Mendikbud Fuad Hassan pernah bermain biola untuk orkes gambus Al Afan. Dalam percakapan dengan penulis, Hassan Alaydrus juga memberikan kesaksian yang sama bahwa Fuad Hassan pernah bermain gambus. Namun kepada penulis Fuad Hassan mengatakan bahwa ia tak pernah bermain gambus melainkan ikut orchestra besar, mungkin semacam New York Philarmonic Orchestra.

Abdul Haris, M. Thahar, dan Hussein Bawafi adalah pengarang lagu Melayu generasi pertama. A. Haris terkenal dengan lagu Kudaku Lari. Lagu ini diilhami oleh back sound film Mesir Syaifi wal Qalbi yang dibintangi Abdul Wahab. Wahab adalah bintang film dan penyanyi Mesir yang amat digemari di Indonersia. Penyanyi Mesir perempuan yang nyaris menjadi mitologi "persatuan Arab"adalah Ummi Kalsum.

M. Thahar mengarang lagu Cinta Hampa. Lagu ini mencuat merobek cakrawala musik Melayu berkat suara yang gurih Hasnah Thahar, isteri M. Thahar. Bawafi muncul di zaman itu dengan lagunya Khayalan dan Penyair, tetapi lagunya yang mencuat adalah Seroja.
Celempong

Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Tamiang. Alat ini terdiri dari beberapa potongan kayu dan cara memainkannya disusun diantara kedua kaki pemainnya.

Celempong dimainkan oleh kaum wanita terutama gadis-gadis, tapi sekarang hanya orang tua (wanita) saja yang dapat memainkannnya dengan sempurna. Celempong juga digunakan sebagai iringan tari Inai. Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.

Bila saudara ada informasi tambahan tolong tambahkan dikotak komentar demi melestarikan hasil karya endatu kita yang dengan susah payah telah membawa Aceh ke masa yang gilang gemilang di zaman keemasan ksultanan yang tak mungkin terulang lagi...?

22 Response to "Alat Musik Tradisional Di Aceh"

  1. Anonymous Said,
    Saya baru tahu kalau bereguh itu digunakan untuk alat musik. Kalau di daerah saya tepatnya di Aceh Selatan bereguh ini dipakai untuk berburu ke hutan supaya orang tidak tersesat dari kelompoknya saat berburu.
    Saya ingin tahu siapa yang membuat dari masing-masing alat musik tersebut. Karena saya perhatikan semua alat musik dan syair musik bahkan cara memainkan musik Aceh banyak yang mengandung unsur Mistis dan Spiritual. Terima Kasih.


  2. Anonymous Said,
    Saya baru tahu ada alat musik seperti ini di Indonesia. memang saya asli orang Indonesia. tetapi saya tidak begitu banyak mengenal alat musik semacam ini. Baru setelah diberi tugas kliping alit musik nusantara, dan saya membuka situs ini, saya langsung mengerti dan secara otomatis saya kagum. karena uniknya dari alat musik dari aceh ini. Pesan saya, terus lestarikan. jangan sampai alat musik ini hilang ditelan jaman.
Geundrang (Gendang)

Geundrang merupakan unit instrumen dari perangkatan musik Serune Kalee. Geundrang termasuk jenis alat musik pukul dan memainkannya dengan memukul dengan tangan atau memakai kayu pemukul. Geundrang dijumpai di daerah Aceh Besar dan juga dijumpai di daerah pesisir Aceh seperti Pidie dan Aceh Utara. Fungsi Geundrang nerupakan alat pelengkap tempo dari musik tradisional etnik Aceh.


Tambo

Sejenis tambur yang termasuk alat pukul. Tambo ini dibuat dari bahan Bak Iboh (batang iboh), kulit sapi dan rotan sebagai alat peregang kulit. Tambo ini dimasa lalu berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menentukan waktu shalat/sembahyang dan untuk mengumpulkan masyarakat ke Meunasah guna membicarakan masalah-masalah kampung.

Sekarang jarang digunakan (hampir punah) karena fungsinya telah terdesak olah alat teknologi microphone.

Taktok Trieng

Taktok Trieng juga sejenis alat pukul yang terbuat dari bambu. Alat ini dijumpai di daerah kabupaten Pidie, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lainnya. Taktok Trieng dikenal ada 2 jenis :

Yang dipergunakan di Meunasah (langgar-langgar), dibalai-balai pertemuan dan ditempat-tempat lain yang dipandang wajar untuk diletakkan alat ini.
jenis yang dipergunakan disawah-sawah berfungsi untuk mengusir burung ataupun serangga lain yang mengancam tanaman padi. Jenis ini biasanya diletakkan ditengah sawah dan dihubungkan dengan tali sampai ke dangau (gubuk tempat menunggu padi di sawah).


Bereguh

Bereguh nama sejenis alat tiup terbuat dari tanduk kerbau. Bereguh pada masa silam dijumpai didaerah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara dan terdapat juga dibeberapa tempat di Aceh. Bereguh mempunyai nada yang terbatas, banyakanya nada yang yang dapat dihasilkan Bereguh tergantung dari teknik meniupnya.
Fungsi dari Bereguh hanya sebagai alat komunikasi terutama apabila berada dihutan/berjauhan tempat antara seorang dengan orang lainnya. Sekarang ini Bereguh telah jarang dipergunakan orang, diperkirakan telah mulai punah penggunaannya.

Canang

Perkataan Canang dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Dari beberapa alat kesenian tradisional Aceh, Canang secara sepintas lalu ditafsirkan sebagai alat musik yang dipukul, terbuat dari kuningan menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik Canang dan memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda.

Fungsi Canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional serta Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.

Alat Musik Tradisional Di Aceh

Posted by Sang Penunggu Istana Daruddunia ( BaNG BaKa ) On 17:20
sebagai bagian dari masyarakat Aceh , kita harus mengetahui sejarah termasuk alat-alat musik yang ada di Aceh yang sudah ada sejak dari jaman Kerajaan Jeumpa Aceh,Kerajaan Aceh Darussalam hingga jaman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seperti yang saya kutip dari saudara/i Yuhuuami. Adapun sampai saat ini alat musik yang sudah diketahui yang berlaku dalam masyarakat Aceh dari zaman endatu sampai sekarang ada 10 macam :

Arbab

Instrumen ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) dalam bahasa daerah disebut : Go Arab. Instrumen ini memakai bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai


Musik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Arbab ini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.

Bangsi Alas

Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan adanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orang kaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.

Serune Kalee (Serunai)

Serune Kalee merupakan isntrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang dan dihayati oleh masyarakat Aceh. Musik ini populer di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Bahan dasar Serune Kalee ini berupa kayu, kuningan dan tembaga. Bentuk menyerupai seruling bambu. Warna dasarnya hitam yang fungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.

Serune Kalee bersama-sama dengan geundrang dan Rapai merupakan suatau perangkatan musik yang dari semenjak jayanya kerajaan Aceh Darussalam sampai sekarang tetap menghiasi/mewarnai kebudayaan tradisional Aceh disektor musik.

Rapai

Rapai terbuat dari bahan dasar berupa kayu dan kulit binatang. Bentuknya seperti rebana dengan warna dasar hitam dan kuning muda. Sejenis instrumen musik pukul (percussi) yang berfungsi pengiring kesenian tradisional.


Rapai ini banyak jenisnya : Rapai Pasee (Rapai gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot dan Rapai Ana
Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat musik dawai.

Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut Keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya.

Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih

tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Alat-Alat musik yang digunakan Keroncong dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti:

  • sitar India
  • rebab
  • suling bambu
  • gendang, kenong, dan saron sebagai satu set gamelan
  • gong.
Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup:
  • Ukulele Cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E.
  • Ukulele Cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, Cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F).
  • Gitar Akustik (Ukulele dan Gitar menggatikan Sitar).
  • Biola (menggantikan Rebab).
  • Flute (mengantikan Suling Bambu).
  • Selo.
  • Kontra Bass (menggantikan Gong).
Penjaga irama dipegang oleh Ukulele dan Bass. Gitar dan selo mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen. Flute mengisi hiasan, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong. Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong.


TOKOH KERONCONG
Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah alm. Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah "Bengawan Solo". Lantaran pengabdiannya itulah, alm. Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong.
"Buaya Keroncong"
Asal muasal sebutan "Buaya Keroncong" berkisar pada lagu ciptaannya, Bengawan Solo. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu dihabitatnya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa alm. Gesang disebut sebagai "Buaya Keroncong
".

Berbagai sumber.